(pict from google)
Omzet belasan juta dengan modal awal kurang dari 1 juta.
Musim kemarau atau pun musim penghujan, semua tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing. Dan tentu semua juga memiliki peluang usahanya masing-masing.
Kemarau panjang memang bener-bener mendidik diri dan tenggorokan untuk lebih sabar menahan iklim yang cukup eksterim begitu,Ibu Sutipah satu dari ribuan bahkan ratusan orang yang menangkap peluang dari kondisi tersebut, dan berhasil meneguk segarnya bisnis di bulan yang ternaungi kemarau yang identik dengan cuaca yang sangat menyengat kulit dan bahkan seperti mampu menguras air di tenggorokan, dengan kata lain, dahaga atau haus bandel.hehehe
Dengan gerobak sederhana Ibu sutipah yang biasa berjualan di depan SD (Nama SD ane masukin kantong gan) ia menjual berbagai macam es, seperti es melon es kelapa muda dan es campur, banyak ya variannya?? Emang gan, mungkin ini salah satu strategi Ibu sutipah untuk menarik minat anak-anak untuk membeli produk minumannya.
Variannya banyak harganya juga pasti mahal, Awalnya juga ane berfikir begitu gan tapi setelah ane usut harga dagangan beliau cukup murah Cuma 1000/bungkusnya,
“Wah... apa yang menarik dari tulisan yang ada pada artikel ini?
Cuma 1000/per bungkus? Ah nggak asik!”
Pasti akan ada orang yang bertanya seperti itu, oke baiklah, ane usut lagi kisahnya.
Dalam sehari ibu sutipah mampu menjual 150 – 200 bungkus/hari. Yang berarti omzetnya 150.000 sampai 200.000 perharinya. Coba kita kalikan 1 bulan saja. 200.000 x 30 hari = 6000.000 rupiah.
Ajib gak tuh gan??
Eist.. nggak berhenti di situ gan, ternyata Ibu Sutipah ini memang sadar betul akan faktor kali pada usahanya. Nominal 6000.000 rupiah itu Cuma dari 1 gerobak, akhirnya Sutipah mengajak suami dan Anak perempuannya yang sudah menikah berjualan juga di tempat yang berbeda, ada yang di smp atau sma dengan kata lain buka cabang gan hehehe. Dan dengan cara itu gan, Ibu sutipah beserta keluarga mampu meraup omzet 600.000 lebih perharinya. Coba kita hitung 600.000 x 30 hari = 18.000.000/ bulan.
Ajib banget kan??
Jangan lupakan hal sederhana yang ternyata istimewa gan.
Kadang kita selalu melihat tampilannya bukan dari esensinya sebuah usaha.
Tunggu petualangan si moo berikutnya ya gan, dan pasti lebih ajib lagi deh!
By...
Musim kemarau atau pun musim penghujan, semua tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing. Dan tentu semua juga memiliki peluang usahanya masing-masing.
Kemarau panjang memang bener-bener mendidik diri dan tenggorokan untuk lebih sabar menahan iklim yang cukup eksterim begitu,Ibu Sutipah satu dari ribuan bahkan ratusan orang yang menangkap peluang dari kondisi tersebut, dan berhasil meneguk segarnya bisnis di bulan yang ternaungi kemarau yang identik dengan cuaca yang sangat menyengat kulit dan bahkan seperti mampu menguras air di tenggorokan, dengan kata lain, dahaga atau haus bandel.hehehe
Dengan gerobak sederhana Ibu sutipah yang biasa berjualan di depan SD (Nama SD ane masukin kantong gan) ia menjual berbagai macam es, seperti es melon es kelapa muda dan es campur, banyak ya variannya?? Emang gan, mungkin ini salah satu strategi Ibu sutipah untuk menarik minat anak-anak untuk membeli produk minumannya.
Variannya banyak harganya juga pasti mahal, Awalnya juga ane berfikir begitu gan tapi setelah ane usut harga dagangan beliau cukup murah Cuma 1000/bungkusnya,
“Wah... apa yang menarik dari tulisan yang ada pada artikel ini?
Cuma 1000/per bungkus? Ah nggak asik!”
Pasti akan ada orang yang bertanya seperti itu, oke baiklah, ane usut lagi kisahnya.
Dalam sehari ibu sutipah mampu menjual 150 – 200 bungkus/hari. Yang berarti omzetnya 150.000 sampai 200.000 perharinya. Coba kita kalikan 1 bulan saja. 200.000 x 30 hari = 6000.000 rupiah.
Ajib gak tuh gan??
Eist.. nggak berhenti di situ gan, ternyata Ibu Sutipah ini memang sadar betul akan faktor kali pada usahanya. Nominal 6000.000 rupiah itu Cuma dari 1 gerobak, akhirnya Sutipah mengajak suami dan Anak perempuannya yang sudah menikah berjualan juga di tempat yang berbeda, ada yang di smp atau sma dengan kata lain buka cabang gan hehehe. Dan dengan cara itu gan, Ibu sutipah beserta keluarga mampu meraup omzet 600.000 lebih perharinya. Coba kita hitung 600.000 x 30 hari = 18.000.000/ bulan.
Ajib banget kan??
Jangan lupakan hal sederhana yang ternyata istimewa gan.
Kadang kita selalu melihat tampilannya bukan dari esensinya sebuah usaha.
Tunggu petualangan si moo berikutnya ya gan, dan pasti lebih ajib lagi deh!
By...
Baca juga
Omzet renyah dari bisnis Gorengan
Omzet puluhan juta dari mie ayam
peluang Pembesaran ikan untuk pemancingan
Usaha modal dua ratus ribu omzet puluhan juta
Usaha dengan omzet puluhan juta perbulan
Cara buka usaha tanpa uang sendiri
Omzet 12 juta dari usaha pinggiran
Bisnis kuliner memang nggak ada basinya
Bisnis sampingan modal 100.000
Omzet terus mengalir seperti air
Omzet belasan juta dengan modal awal kurang dari 1 juta.
Musim kemarau atau pun musim penghujan, semua tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing. Dan tentu semua juga memiliki peluang usahanya masing-masing.
Kemarau panjang memang bener-bener mendidik diri dan tenggorokan untuk lebih sabar menahan iklim yang cukup eksterim begitu,Ibu Sutipah satu dari ribuan bahkan ratusan orang yang menangkap peluang dari kondisi tersebut, dan berhasil meneguk segarnya bisnis di bulan yang ternaungi kemarau yang identik dengan cuaca yang sangat menyengat kulit dan bahkan seperti mampu menguras air di tenggorokan, dengan kata lain, dahaga atau haus bandel.hehehe
Dengan gerobak sederhana Ibu sutipah yang biasa berjualan di depan SD (Nama SD ane masukin kantong gan) ia menjual berbagai macam es, seperti es melon es kelapa muda dan es campur, banyak ya variannya?? Emang gan, mungkin ini salah satu strategi Ibu sutipah untuk menarik minat anak-anak untuk membeli produk minumannya.
Variannya banyak harganya juga pasti mahal, Awalnya juga ane berfikir begitu gan tapi setelah ane usut harga dagangan beliau cukup murah Cuma 1000/bungkusnya,
“Wah... apa yang menarik dari tulisan yang ada pada artikel ini?
Cuma 1000/per bungkus? Ah nggak asik!”
Pasti akan ada orang yang bertanya seperti itu, oke baiklah, ane usut lagi kisahnya.
Dalam sehari ibu sutipah mampu menjual 150 – 200 bungkus/hari. Yang berarti omzetnya 150.000 sampai 200.000 perharinya. Coba kita kalikan 1 bulan saja. 200.000 x 30 hari = 6000.000 rupiah.
Ajib gak tuh gan??
Eist.. nggak berhenti di situ gan, ternyata Ibu Sutipah ini memang sadar betul akan faktor kali pada usahanya. Nominal 6000.000 rupiah itu Cuma dari 1 gerobak, akhirnya Sutipah mengajak suami dan Anak perempuannya yang sudah menikah berjualan juga di tempat yang berbeda, ada yang di smp atau sma dengan kata lain buka cabang gan hehehe. Dan dengan cara itu gan, Ibu sutipah beserta keluarga mampu meraup omzet 600.000 lebih perharinya. Coba kita hitung 600.000 x 30 hari = 18.000.000/ bulan.
Ajib banget kan??
Jangan lupakan hal sederhana yang ternyata istimewa gan.
Kadang kita selalu melihat tampilannya bukan dari esensinya sebuah usaha.
Tunggu petualangan si moo berikutnya ya gan, dan pasti lebih ajib lagi deh!
By...
Musim kemarau atau pun musim penghujan, semua tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing. Dan tentu semua juga memiliki peluang usahanya masing-masing.
Kemarau panjang memang bener-bener mendidik diri dan tenggorokan untuk lebih sabar menahan iklim yang cukup eksterim begitu,Ibu Sutipah satu dari ribuan bahkan ratusan orang yang menangkap peluang dari kondisi tersebut, dan berhasil meneguk segarnya bisnis di bulan yang ternaungi kemarau yang identik dengan cuaca yang sangat menyengat kulit dan bahkan seperti mampu menguras air di tenggorokan, dengan kata lain, dahaga atau haus bandel.hehehe
Dengan gerobak sederhana Ibu sutipah yang biasa berjualan di depan SD (Nama SD ane masukin kantong gan) ia menjual berbagai macam es, seperti es melon es kelapa muda dan es campur, banyak ya variannya?? Emang gan, mungkin ini salah satu strategi Ibu sutipah untuk menarik minat anak-anak untuk membeli produk minumannya.
Variannya banyak harganya juga pasti mahal, Awalnya juga ane berfikir begitu gan tapi setelah ane usut harga dagangan beliau cukup murah Cuma 1000/bungkusnya,
“Wah... apa yang menarik dari tulisan yang ada pada artikel ini?
Cuma 1000/per bungkus? Ah nggak asik!”
Pasti akan ada orang yang bertanya seperti itu, oke baiklah, ane usut lagi kisahnya.
Dalam sehari ibu sutipah mampu menjual 150 – 200 bungkus/hari. Yang berarti omzetnya 150.000 sampai 200.000 perharinya. Coba kita kalikan 1 bulan saja. 200.000 x 30 hari = 6000.000 rupiah.
Ajib gak tuh gan??
Eist.. nggak berhenti di situ gan, ternyata Ibu Sutipah ini memang sadar betul akan faktor kali pada usahanya. Nominal 6000.000 rupiah itu Cuma dari 1 gerobak, akhirnya Sutipah mengajak suami dan Anak perempuannya yang sudah menikah berjualan juga di tempat yang berbeda, ada yang di smp atau sma dengan kata lain buka cabang gan hehehe. Dan dengan cara itu gan, Ibu sutipah beserta keluarga mampu meraup omzet 600.000 lebih perharinya. Coba kita hitung 600.000 x 30 hari = 18.000.000/ bulan.
Ajib banget kan??
Jangan lupakan hal sederhana yang ternyata istimewa gan.
Kadang kita selalu melihat tampilannya bukan dari esensinya sebuah usaha.
Tunggu petualangan si moo berikutnya ya gan, dan pasti lebih ajib lagi deh!
By...
Baca juga
Omzet renyah dari bisnis Gorengan
Omzet puluhan juta dari mie ayam
peluang Pembesaran ikan untuk pemancingan
Usaha modal dua ratus ribu omzet puluhan juta
Usaha dengan omzet puluhan juta perbulan
Cara buka usaha tanpa uang sendiri
Omzet 12 juta dari usaha pinggiran
Bisnis kuliner memang nggak ada basinya
Bisnis sampingan modal 100.000
Omzet terus mengalir seperti air
08.28
Unknown

0 komentar :
Posting Komentar